Connect with us

Hi, what are you looking for?

Basket

Gelar Bersejarah Toronto Raptors

iSports.id – Pagelaran NBA sudah selesai, dan Toronto Raptorslah yang keluiar sebagai juara di akhir musim.  Final yang dramatis akhirnya dituntaskan oleh Kahwi Leonard dan kolega di game keenam. Jadilah mereka merengkuh cincin gelar NBA 2018/19. Manisnya lagi, dalam gelar juara yang dibukukan oleh Toronto Raptors di musim 2018/19 mereka juga mencetak sejarah, yaitu sebagai tim di luar Amerika Serikat pertama yang berhasil menjuarai NBA. Namun sesungguhnya langkah Raptors tidaklah mudah, ada beberapa hal kontroversial yang mengiringi langkah mereka menuju tangga juara.

baca juga: Pagelaran NBA ALL STARS 2019

CURSE DAN KAHWI

Keputusan kontroversi Raptors dimulai dari sang President of Basketball Operations (manajer umum) mereka, Masai ujiri. Secara berani Ujiri memecat Dwane Casey yang sudah tujuh musim menjadi pelatih kepala Raptors. Momentum keputusan yang dilakukannya itu hanya beberapa hari setelah Casey dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik NBA 2018. Hal ini praktis menimbulkan tanda tanya besar.

Casey menjadi pelatih yang membawa Raptors menjalani musim terbaiknya dengan persentase kemenangan sebesar 72 persen.

Masai Ujiri (tengah) menjadi awal kebangkitan dan keputusan berani Raptors mendatangkan Kahwi Leonard (kiri)

Sebulan sesudah pemecatan yang sensational tersebut, Ujiri kembali menggila. Ia menunjuk Nick Nurse sebagai pelatih baru Toronto Raptors. Nama Nurse memang sudah tidak asing, ia sudah menjadi asisten pelatih Raptors kala Casey masih di Raptors. Beberapa pihak menilai, jika sang pelatih kepala saja tidak bisa mencapai play off, apalagi asisten.

Ternyata langkah Ujiri belum selesai. Langkah paling kontroversial yang ditempuh Ujiri berikutnya adalah menukar DeMar DeRozan, pemain yang dalam beberapa musim terakhir menjadi ikon sekaligus tulang punggung Raptors demi mendapatkan Kawhi Leonard dari San Antonio Spurs.

Kesepakatan yang dicapai pada 18 Juli 2018 itu juga melibatkan Danny Green yang hijrah ke Raptors. Sedangkan mereka mengirimkan Jakob Poeltl beserta hak pilih putaran pertama NBA Draft 2019 untuk Spurs.

Nick Nurse membawa Raptors menjadi Juara

Beragam reaksi bermunculan atas langkah tersebut. Terlebih Leonard hanya punya sisa durasi satu tahun di kontraknya, sehingga dalam kata lain Raptors cuma “meminjam” sang Pemain Terbaik (MVP) Final NBA 2014 itu, disertai beragam label negatif yang terlanjur dilekatkan kepada sang pemain. Namun semua ini dijawab di akhir musim.

baca juga: NBA All-Star 2020 Akan di Selenggarakan di Chicago!

PETA PERSAINGAN BARU WILAYAH TIMUR

Semua berawal dari sang megabintang LeBron James yang mengambil keputusan mengejutkan dengan pindah ke LA Lakers. Setelah delapan musim beruntun menahbiskan diri sebagai raja di Timur, empat kali bersama Miami Heat dan empat kali bersama Cavaliers, James memutuskan untuk hijrah ke Barat dan bergabung dengan Los Angeles Lakers setelah ia memasuki status bebas kontrak.

Kepindahan James ke Lakers membuatnya absen di fase play off pertama kali dalam kariernya

Pindahnya James secara tidak langsung membuat keputusan yang begitu berani dari Raptors. Mengingat memang King James (julukan LeBron james) dan Cavaliers selalu menjadi batu sandungan bagi Raptors.

Peta persaingan pun terbuka lebar. Sang President of Basketball Operations (manajer umum) Raptors, Masai Ujiri bergerak cepat, ia langsung mendatangkan Leonard seharga DeRozan.

Kahwi Leonard menjadi pembuka jalan awal kemenangan Raptors di musim reguler

Hasilnya? Musim regular 2018/19 Raptors berjalan dengan baik, mereka mengakhiri musim dengan finis di posisi kedua wilayah timur dengan catatan 58 kemenangan dan 24 kekalahan. Satu tempat di play off didapatkan Ujiri kembali melakukan manuver brilian.

Raptors mendapatkan pemain senior berpengalaman Marc Gasol dari Memphis Grizzlies dengan harga yang tak murah yakni berupa C.J. Miles, Jonas Valanciunas, Delon Wright serta hak pilih putaran kedua NBA Draft 2024.

Marc gasol menjadi figur penting di Raptors

“Marc membawa pengalaman play off signifikan ke tim kami, bersama kecerdasan dan kemampuan memimpinnya yang akan membantu kami mencapai target di fase play off,” ujar Ujiri kala itu.

Pilihan Ujiri tidak salah, Leonard, Green dan Gasol kemudian bahu membahu bersama pemain-pemain lama Raptors, termasuk Pascal Siakam yang penampilannya meningkat pesat di musim ketiganya bersama, tim Kanada itu. Pengalaman Kyle Lowry dan Serge Ibaka juga memberikan kontribusi positif, bersamaan dengan peningkatan performa Fred VanVleet. Mereka mampu menembus partai final.

baca juga: Nasib Nahas Cedera Kevin Durant

SEDIKIT KEBERUNTUNGAN

Di fase final NBA 2019 harus diakui faktor keberuntungan juga menaungi Raptors. Berbekal dengan catatan sapu bersih kemenangan atas Warriors dalam dua pertemuan di musim reguler. Raptors optimis menyambut final Game NBA 2018/19. Namun ada keuntungan yang lebih besar bagi Rapotrs, yaitu cederanya salah satu bintang Warriors, Kevin Durant, peraih gelar MVP final NBA beruntun dua musim sebelumnya. Durant cedera sejak 8 Mei, dalam gim kelima semifinal Barat melawan Houston Rockets.

Kevin Durant yang dipaksakan bermain akhirnya cedera

Absennya Durant, membuat tugas Curse dan Raptors sedikit lebih ringan, karena hanya perlu menutup ruang tembak perimeter Warriors. Hal itu sukses mengantarkan Raptors meraih kemenangan 118-109 pada debut mereka di partai final NBA. Semua berjalan lancar, bahkan hingga game keempat, kemenangan itu sudah diujung mata sebelum akhirnya Warriors memaksa Durant.

Game kelima yang teramat penting mendesak Warriors melakukan perjudian besar dengan menurunkan Durant yang disinyalir belum sembuh 100 persen dari cederanya di gim kelima. Hal itu berakibat sangat buruk bagi sang pemain, ia menderita cedera achilles yang akhirnya memaksanya absen bahkan hingga musim depan berakhir. Hasilnya memang Warriors bisa menahan Raptors di game kelima dengan berharap peningakatan semangat dan strategi penembak mereka di game keenam.

Ternyata tragedi untuk Warrior belum selesai, salah satu penembak ulung mereka, Clay Thompson menderita cedera kerobekan ligamen anterior cruciate (acl) pada menit-menit akhir kuarter ketiga, saat Warriors tengah unggul 85-80 atas Raptors. Ironisnya Thompson saat itu adalah penampil terbaik Warriors dengan sudah mengemas 30 poin, yang tak bisa disusul rekan-rekannya hingga laga usai. Tanpa Durant, tanpa Thompson, Raptors kian leluasa untuk melancarkan serangan dan “hanya” perlu mencurahkan lini pertahanan demi mencegah Curry beraksi lebih jauh.

Raptors juara NBA untuk pertama kalinya dalam sejarah

Alhasil dari semua langkah berani Raptors dan Ujiri berkahir dengan manis. Bahkan perjudian terbesar Ujiri, Curse dan Kahwi Leonard menjadi pihak yang paling menyita perhatian. Kahwi sendiri menasbihkan dirinya sebagai MVP Final 2019.

Raptors berhasil menutup musim 2018/2019 dengan cara yang paling manis. Gelar juara dan cincin yang akan melingkar di jari para pemain pada musim depan adalah penutupan termanis. Selamat Raptors!

baca juga: 3 Pemain NBA Siap Berlaga di Asian Games

Sumber: berbagai sumber

Foto: berbagai sumber

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Basket

iSports.id – Golden State Warriors sukes memperpanjang napas mereka di final NBA 2019 melawan Toronto Raptors. Warriors sukses memenangi game kelima dengan skor dramatis...

Basket

Hasil berbeda dialami dua finalis NBA musim lalu, Golden State Warriors dan Cleveland Cavaliers. Warriors yang menang dalam laga melawan Toronto Raptors, di sisi...

Basket

Pelatih Golden State Warriors, Steve Kerr memmutuskan untuk tida mendampingi timnya pada laga pertama final NBA musim ini kontra Cleveland Cavaliers yang akan digelar...

Basket

Cleveland Cavaliers akan kembali menghadapi Golden State Warriors pada Final NBA secara tiga tahun berturut-turut. Cleveland, isports.id – LeBron James menyumbangkan 35 poin dan...