iSports.id
MotoGP OtoSports

Masa Depan Yamaha bukan Bersama Valentino Rossi

iSports.id – Bagi para penggemar MotoGP, nama Valentino Rossi sudah sangat akrab beberapa tahun atau mungkin satu dekade lebih ke belakanag. Namanya selalu menghiasi berita berita di MotoGP. Mulai dari prestasi balapnya, hingga sisi lain dari dirinya. Tim yang dibela Rossi? Tidak sedikit, setidaknya tiga pabrikan besar sudah pernah merasakan sentuhan emasnya. Namun sekarang di umur yang sudah tidak muda lagi, Yamah yang menjadi tim The Doctor sekarang menyatakan bahwa masa depan Yamaha bukanlah bersama Rossi nantinya.

Baca juga: MotoGP: Kejutan dari Fabio Quartataro

SUDAH BERBEDA

Kita semua kadang sudah mafhum jika beberapa waktu dekat ini Rossi tidak tampil seperti Rossi yang biasanya. Tau bahkan Kida sudah memaklumi jika memeang the Doctor bisa seperti roller coaster yang tiba tiba melorot tajam ke peringkat akhir atau malah terjatuh ketika balapan. Rossi memang sedang dalam grafik menurun di MotoGP 2019 ini. Setelah separuh musim terlewati dia baru mengoleksi 80 angka. Tak pernah sebelumnya sejak kelas MotoGP diperkenalkan pada 2002 dia punya poin seminim ini.

Beberapa waktu belakangan performa Rossi menurun

Hal ini dijelaskan langsung oleh Direktur Monster Energy Yamaha, Lin Jarvis. Menurutnya Rossi sekarang memang berada dalam sistuasi dan tahap yang berbeda dalam dirinya. “Sekarang dia berada di tahap yang berbeda dalam hidupnya. Dan dengan segala hormat dia tak lagi menjadi masa depan dalam partisipasi kami di MotoGP,” ujar Jarvis kepada Crash. “Dia bisa saja berada di sini dan tetap kompetitif untuk satu, dua, tiga tahun ke depan – kita akan lihat seberapa kompetitif. Tapi level ketergantungan kami padanya tak lagi sama,” lanjutnya.

“Rossi sedang menghadapi bagian terakhir bersama Yamaha” –Lin jarvis

Lin Jarvis mengauki bahwa masa depan Yamaha bukan bersama Rossi

Jarvis lalu mengatakan, Yamaha bakal memainkan peran dalam menentukan kapan Rossi akhirnya memutuskan pensiun. Pun demikian, ia berharap The Doctor dapat memberikan sinyal saat mendekati akhir kariernya. Ditanya apakah keputusan Rossi untuk gantung helm datang dari sang pembalap sendiri atau melibatkan Yamaha, Jarvis menjawab, “Pastinya akan menjadi keputusan kedua belah pihak. “Saya pikir dia pasti akan menjadi orang pertama yang memutuskan kapan dia merasa tidak mampu kompetitif seperti yang diinginkan, atau motivasinya mulai berkurang. Tanda-tanda pertama pasti akan datang dari sisinya.

Baca juga: Mimpi itu terwujud: MotoGP akan dihelat di Indonesia

PENSIUN?

Pemberitaan Yamaha sudah tidak akan memakai jasa Rossi sebenarnya sudah mencuat dari awal musim dimulai. Namun nyatanya The Doctor masih tetap menunggangi motor Yamah paling tidak hingga akhir musim ini. Rossi, 40 tahun, masih terikat kontrak dengan Yamaha sampai 2020. Apa yang terjadi setelah itu masih jadi tanda tanya.

Rossi masih terikat kontrak hingga 2020

Dalam beberapa kesempatan Rossi selalu menyebut dirinya masih akan membalap untuk periode yang panjang, dan tak bisa membayangkan harus pensiun dari membalap. Yamaha menawarkan Rossi untuk terus bersama mereka, dengan peran baru sebagai duta. Sampai saat ini Rossi sama sekali belum menyiratkan rencana pensiun. Yamaha berharap ‘inisiatif’ pensiun itu datang duluan dari pihak Rossi. Yamaha berharap tidak lahir konflik saat The Doctor akhirnya benar-benar menggantung helmnya.

Justru suara berbeda keluar dari mulut ayah Rossi, Graziano Rossi. Menurutnya anaknya sama sekali tidak memedulikan isu pensiun yang sedang berkembang di publik sekarang. “Vale (panggilan akrab Rossi) tak peduli sama sekali dengan rumor itu. Seperti biasa, dia tak pernah membaca (berita) yang membuatnya khawatir. Mungkin Vale merasa khawatir karena ada sejumlah masalah yang timbul. Namun dia sama sekali tidak kehilangan motivasi,” ujar Graziano.

Graziano Rossi menuturkan jika masalah Rossi lebih kepada kendala Tekhnis, bukan umur

Lebih lanjut ayah Rossi ikut mengomentari apa yang sedang terjadi kepada performa Rossi. Menurutnya apa yang terjadi pada diri Rossi sekarang lebih kepada kendala teknis, bukan faktor usia. “Ada momen di mana Vale dan timnya seperti berjalan tanpa arah. Pengembangan motor saat ini begitu rumit, Bukan rahasia, semua orang tahu Yamaha adalah motor terlambat di lintasan saat ini baik dalam aspek kecepatan maksimal dan akselerasi,” ujar Graziano. Meski demikian, Graziano Rossi masih menyimpan keyakinan sang putra bakal bangkit saat MotoGP 2019 kembali bergulir awal bulan Agustus nanti. Comeback Stronger Vale46!!

Baca juga: Winglet Ducati Sah Digunakan

Sumber: berbagai sumber
Foto: berbagai sumber

Related posts

Marquez Ogah Pindah dari Tim Repsol Honda

Muhammad Rifqi

MotoGP Brasil Kembali Lagi, Finlandia dan Indonesia Akan Menyusul

Muhammad Rifqi

Untuk Keenam Kalinya, Marquez Juara Dunia MotoGP 2019

Muhammad Rifqi

Leave a Comment