Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sepak Bola

Gatusso Berpisah Dengan AC Milan

iSports.id – Kisah romantisme manajer AC Milan, Genaro Gatusso dengan AC Milan berakhir di ujung musim. Awalnya memang sudah banyak pihak yang memprediksi dengan kegagalan Rosoneri menembus peringkat empat, maka Gatusso akan dipecat oleh Milan. Isu ini sempat mereda kala Gatusso memberikan pandangan bahwa ia akan bertahan bersama AC Milan apa pun kondisinya.

Isu Gatusso pergi sempat diredam oleh Gatusso sendiri

Kinerja Gatusso tidak bisa dibilang buruk, dengan squad warisan manajer sebelumnya, ia mampu menyulap Milan kembali. Magis Gatusso yang paling kentara adalah membenahi sisi mental anak-anak kota fashion di Italia. Sebelum dimanajeri oleh Rhino (julukan Gatusso), Milan akrab dengan hasil imbang dan kekalahan, namun seiring waktu perlahan tim Merah Hitam ini bangkit. Tren kemenangan berhasil diraih Gatusso, bahkan hingga mampu menyodok ke posisi tiga besar.

baca juga: Piatek, Sang Penjaga Asa Milan

PATAH HATI KARENA HASIL AKHIR

Rona kekecewaan tidak bisa ditutupi oleh Gatusso, ia remuk luar dalam. Bagaimana tidak, setelah mampu membawa anak-anak asuhnya tampil bersaing menuju posisi empat besar, Milan tetap gagal. Jika ditanyakan, apakah faktor yang membuat Milan, yang sudah mampu tampil gemilang, kemudian kembali inkonsisten pada akhirnya. Manajer kelas dunia seperti Jose Mourinho pernah mengatakan suatu teori yaitu, efek kejut manajer baru.

Para pemain Milan ingin Gatusso bertahan

The special One mengatakan bahwa memang ada kalanya suatu tim bisa tampil begitu brilian manakala dipimpin oleh orang yang tahu luar dalam tim. Namun tidak bisa dipungkiri, mental yang benahi tidak disertai dengan pendalaman taktik, serta kedalaman squad. Mari batasi faktor kegagalan Milan sampai cakupan ini saja, toh pada akhirnya memang Gatusso di akhir musim bergantung pada hasil Inter Milan yang harus minimal seri jika Milan ingin lolos.

Kedalaman squad Milan memang harus dibenahi, menghabiskan banyak uang untuk membeli pemain bahkan hingga 11 pemain dibeli dalam satu jendela transfer. Yang dibutuhkan Gatusso hanya satu, waktu dan toleransi. Coba kita tengok aksi penyerang baru Milan, Krystov Piatek, ia mampu beradaptasi dengan cepat dan menjadi predator ulung buat Milan. Namun sepakbola bukan perkara permainan individual, melainkan tim.

Kedalaman dan kualitas squad menjadi PR Milan di musim berikutnya

Di samping itu, hasil Milan di akhir musim ini jika kita tilik pada jumlah poinnya sudah menjadi rapor yang bagus buat perkembangan Milan kedepannya. Tak pernah sebelumnya dalam enam musim terakhir Milan punya poin sebanyak ini. Menurut Gennaro Gattuso, ini merupakan salah satu capaiannya bersama Diavolo Rosso, meski dia juga tak menyangkal ada beberapa harapan yang tak bisa dipenuhi.

Para pemain Milan kecewa dengan hasil akhir di ujung musim

Gatusso sendiri sangat berharap dipertahankan Milan, cintanya kepada mantan klubnya mengharapkan ia masih diberi kesempatan untuk membawa Milan mentas ke panggung besar. “Dalam pandangan saya, sudah banyak omongan dan saya kerap dianggap harus keluar sejak pramusim.

Tapi klasemen berbicara.Lihat berapa poin yang Milan kumpulkan enam tahun terakhir dan di mana kami saat ini, “Saya pikir kami melakukan apa yang harus dilakukan.Mungkin ada momen ketika kami gagal menyelesaikan tugas, dan itu berbuntut panjang. Kami mencapai semifinal Coppa Italia dan keluar di babak pertama Liga Europa,” ujar Gatusso kepada Sky Sport Italia

baca juga : Efek Selebrasi Bakayoko dan Kessie

PERBEDAAN KONSEP

Fans fanatik Milan terbelah menjadi dua, ada yang mendukung dan ada juga yang mengatakan sudah waktunya Gatusso mundur. Bukan tanpa alasan karena dari pihak yang kontra Gatusso ingin Milan dilatih berkaliber tinggi.

Perpisahan ini diawali dengan pertemuan Gatusso dengan CEO Milan, Ivan Gazidis pada Senin malam (27/5).

Gazidis

Banyak yang mengklaim bahwa kegagalan Gatusso membawa Milan finis di urutan empat adalah faktor utamanya. Namun faktanya bukanlah hal tersebut. Dilansir dari Tuttomercattoweb, perbedaan konsep dan pandangan strategi untuk menatap musim depan yang menjadi dasar perpisahan Gatusso dengan Milan. Gatusso ingin Milan merekrut beberapa pemain berpengalaman untuk membuat sebuah lompatan kualitas tim.

Sontak hal ini bertentangan dengan Gazidis. Dia bersikeras Milan masih berada di garis hijau sesuai dengan keinginan Elliot Advisors sebagai pemilik klub. Berada di garis hijau ini menandakan AC Milan masih akan terus meminimalisasi pengeluaran klub dalam perekrutan pemain.

Rossoneri bakal lanjut merekrut pemain murah atau pemain muda untuk kemudian ditingkatkan nilai jualnya. Kondisi ini jelas bakal bertentangan langsung dengan keinginan Gattuso, merekrut pemain berpengalaman seperti yang diinginkannya, jelas akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Simone Inzaghi menjadi calon pengganti Gatusso

KEPUTUSAN YANG SULIT

Dilansir dari Sky Sports Italia, atas dasar hal tersebut Gatusso bersama Leonardo mengambil keputusan yang begitu berat. Berpisah.

“Memutuskan untuk meninggalkan Milan tidak mudah. Tapi ini adalah keputusan yang harus saya buat. Tidak ada momen tepat dimana saya membuatnya, hanya rangkuman dari 18 bulan sebagai pelatih tim yang tidak akan pernah saya rasakan seperti yang lainnya. Bulan-bulan yang saya jalani dengan penuh semangat, bulan-bulan tak terlupakan,” ungkap Gatusso.

“keputusan saya menyakitkan, tapi bijaksana” – Genaro Gatusso

Gatusso setelah mengumumkan pengunduran dirinya

Gatusso sendiri sebenarnya masih menyisakan kontrak dua tahun lagi bersama Rosonerri. Namun ia akan merelakan 90 persen gajinya yang seharusnya ia dapatkan dari sisa kontrak tersebut. “Apakah saya melepaskan kontrak dua tahun? Ya, karena cerita saya bersama Milan tidak pernah bisa diukur dengan uang.” Selamat tinggal Gatusso, terimakasih!

baca juga: seni bertahan Nesta

Sumber: berbagai sumber

Foto: berbagai sumber

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Sepak Bola

Isports.id – Matchday kelima Liga Champions berakhir pada hari Rabu malam waktu setempat (24/11/2021). Pertandingan Grup A hingga D dilangsungkan pada Rabu malam tersebut...

Sepak Bola

Isports.id – Matchday kelima dari Liga Champions dimulai pada Selasa malam atau Rabu dini hari tadi (23/11/2021). Pertandingan dari grup E-H yang berlangsung tadi...

Sepak Bola

iSports.id – Duel seru ketat dan banjir gol tersaji dalam laga Chelsea kontra Ajax. Dalam laga ini total ada delapan gol yang bersanag dan...

Sepak Bola

iSports.id – Selesai sudah petualangan Niko Kovac bersama Bayern Muenchen. Bayern mengumumkan pisah jalan dengan Kovac sehari setelah dipermalukan 1-5 oleh Eintracht Frankfurt. Itu...