iSports.id
Sepak Bola Liga Italia

Ranieri Kembali ke Roma

MARI TINGGALKAN HINGAR BINGAR KEMBALINYA ZIDANE KE REAL MADRID, SEBELUM ZIZOU, ADA SATU SOSOK JUGA YANG KEMBALI KE PANGKUAN KLUB YANG PERNAH DILATIH, IA ADALAH CLAUDIO RANIERI

iSports.id – Dipecatnya pelatih As Roma Eusebio Di Francesco seakan menjadi pertanda bahwa para petinggi Serigala Ibukota sudah tidak tahan dengan performa mereka musim ini. Pada Jumat, (8/3), melalui situs resmi klub, Roma mengkonfirmasikan kedatangan Ranieri yang untuk sementara akan mengambil alih kepemimpinan klub sampai 30 Juni dengan status pelatih interim.

Kepergian Di Francesco ini adalah buntut dari tersingkirnya AS Roma dari Liga Champions di babak 16 besar musim ini. Eusebio tidak sendirian. direktur olahraga Roma, Monchi, juga ikut mundur dari jabatannya. Bersama Monchi dan Di Francesco sebenarnya Roma mampu mendatangkan sejumlah pemain berkualitas dengan harga murah. Meski mereka juga harus melepas para pemain bintang seperti Mohamed Salah, Alisson Becker, dan Radja Nainggolan.

Roma yang dikalahkan Porto di babak 16 besar Liga Champions secara dramatis

Tapi kinerja keduanya mendapat sorotan seiring anjloknya performa Florenzi dkk pada musim ini. Alhasil pemecatan menjadi solusi terbaik bagi AS Roma yang sedang berburu peringkat ke empat Serie A 2018/19. Ditunjuknya Claudio Ranieri diharapkan dapat membawa hal positif kepada tim. Presiden Roma James Palotta sangat senang mampu membawa Ranieri pulang.

“Kami sangat senang bisa menyambut Claudio Ranieri kembali ke klub. Pada tahap ini penting untuk mendatangkan pelatih yang telah mengenal klub, situasi serta gaya bicaranya yang mampu memotivasi pemain.” –James Palotta

Legenda hidup AS Roma, Francesco Totti, juga ikut mendukung dipilihnya kembali Claudio Ranieri sebagai pelatih I Gialorossi. “Claudio berasal dari kota ini. Dia adalah fans Roma dan lebih dari itu. Dia adalah salah satu pelatih paling berpengalaman di dunia sepak bola,” ujar Totti dikutip dari situs resmi AS Roma. Mantan pangeran Roma ini juga menambahkan bahwa yang dibutuhkan klub saat ini adalah sosok pelatih yang tepat yang mampu membawa tim Serigala Ibukota finis di posisi empat besar.

Ranieri saat dulu masih melatih Totti dkk

Sebenarnya Ranieri bukanlah sosok asing bagi publik Stadion Olimpico. The Tinkerman (julukan Ranieri) pernah meniti karier kepelatihan sebagai pemain profesional bersama AS Roma pada 1973 – 1974. Ketika menjadi pelatih, Ranieri juga sempat melatih Francesco Totti dan kolega pada 2009-2011. Prestasinya terbaiknya adalah membawa I Lupi menjadi runner up Serie A musim 2009-2010.

baca juga : malaikat firenze

BANYAK PEKERJAAN RUMAH

Debut kembalinya Claudio Ranieri ke tim ibukota musim ini berakhir manis. Pada lanjutan Liga Italia pekan lalu, Daniele De Rosi dan kolega mampu mengalahkan Empoli di Stadion Olimpico dengan skor 2-1. Meski menang, pelatih yang sempat mendapat julukan spesialis runner up ini menyayangkan gol yang bersarang ke timnya. Ranieri menyoroti kinerja buruk lini belakang AS Roma. Catatan pada musim ini gawang I Gialorosi sudah bobol 37 kali, terburuk di antara tim lima besar.

Ranieri yang sukses dengan debutnya menghadapi Empoli

Dilansir dari Sky Sport italia, Ranieri menilai tim seperti Roma tidak seharusnya mencapai jumlah kebobolan sebanyak itu. Maka, perbaikan lini belakang akan menjadi fokusnya di Roma. “Katakan saja motif utama saya di sini adalah membantu Roma mengurangi jumlah kebobolan. Karena mustahil tim seperti ini kebobolan gol sebanyak itu”. The Tinkerman juga menambahkan mempunyai beberapa gagasan untuk timnya dalam rangka mengurangi jumlah kebobolan.

Dukungan Romanisti kepada Tim AS Roma dan Ranieri

Dengan beban berat yang diberikan kepadanya, Ranieri juga meminta dukungan penuh Romanisti untuk anak asuhnya. “Saya ingin bilang kepada fans, ini adalah waktu yang spesial. Dalam 12 pertandingan, kami mempertaruhkan masa depan kami. Saya meminta fans untuk mendukung dan mendorong mereka meski dalam momen sulit,” ujar Ranieri.

Tim Serigala Ibukota masih berpeluang mengejar posisi empat besar, pasalnya mereka hanya tertinggal tiga angka dari Inter Milan yang ada di posisi empat.

baca juga : jangan salah kaprah soal handball

Sumber : berbagai sumber

Foto : berbagai sumber

Related posts

Tottenham Menang di Kandang Baru

Muhammad Rifqi

Jangan Salah Kaprah Soal Handball

Muhammad Rifqi

Moise Kean Melawan Rasisme

Muhammad Rifqi

Leave a Comment