iSports.id
Sepak Bola Liga Inggris Liga Italia Liga Spanyol Sepak Bola Dunia

Etoo Gantung Sepatu

iSports.id – Jika ada yang bertanya apa spesialnya seorang Samuel Eto’o? Jawaban yang paling jelas adalah, ia satu-satunya pemain sepak bola yang merasakan indahnya double treble bersama dua klub yang berbeda. Namun akhirnya sang pemain asal Kamerun ini resmi mundur dari dunia sepak bola.

Baca juga:  Sneijder, Pensiun atau Tidak?

SUDAH SAATNYA PENSIUN

Samuel Eto’o mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola. Mantan bintang Barcelona itu memutuskan untuk gantung sepatu setelah berkarier selama 22 tahun sebagai pemain. Striker legendaris berpaspor Kamerun itu memilih pensiun dari dunia sepak bola pada usia 38 tahun. Lewat akun Instagramnya, Eto’o menyampaikan keputusannya untuk gantung sepatu. “Berakhir. Menuju tantangan baru. Terima kasih semua. Banyak cinta untukmu,” tulisnya.

Eto’o kala mendapatkan treble bersama Barcelona

Selama berkarier di lapangan hijau, Eto’o menikmati salah satu momen terbaik saat memperkuat Barcelona. Di klub raksasa Spanyol itu, dia berhasil membantu tim memenangi tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions.  Namun perjalanan Eto’o sebenarnya tidaklah mudah. Eto’o memulai karier profesionalnya bersama Real Madrid pada musim 1997. Dia tidak banyak mendapat menit bermain dan lebih sering dipinjamkan. Leganes, Espanyol dan Real Mallorca adalah klub-klub yang menampung Eto’o sebagai pemain pinjaman.

Trionya bersama Messi dan Ronaldinho ditakuti seantero Eropa

Nama klub terakhir, berhasil menjadi tempat Eto’o untuk menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di dunia. Selama lima musim berseragam Los Bermellones -termasuk satu musim pinjaman dari Real Madrid- Eto’o berhasil mencetak 70 gol dari 165 penampilan. Ia menjadi top skor sepanjang masa klub. Catatan tersebut membuat raksasa La Liga, Barcelona kepincut mendatangkannya. Pada musim panas 2004, Eto’o ditebus dari Mallorca dengan mahar mencapai 24 juta euro (sekitar 372 miliar rupiah).

di Timnas Kamerun Eto’o menjadi andalan

Di musim perdananya, Eto’o sukses mencetak 25 gol serta 5 assist dari 37 penampilan di La Liga. Musim keduanya, bersama Ronaldinho, Deco dan Ludovic Giuly, Barcelona berhasil meraih gelar Liga Champions pertama mereka sejak 1991-1992, La Liga dan Piala Super Spanyol. Eto’o sendiri berhasil mendapatkan gelar El Pichichi sebagai pencetak gol terbanyak La Liga Spanyol dengan torehan 26 gol. Pada musim terakhirnya bersama Blaugrana, Eto’o menampilkan performa terbaik di bawah arahan Pep Guardiola. Selain mencetak 36 gol dan 8 assist dari 52 laga di semua ajang, Eto’o meraih 6 gelar dalam satu musim kompetisi, termasuk Liga Champions, Copa del Rey dan La Liga.

Beberapa penghargaan sudah menghampirinya

Setelah lima tahun penuh cinta dan kegemilangan, Eto’o hengkang dari Catalan ke kota Milan untuk bergabung bersama Intermilan pada 2009. Momen inilah yang justru melahirkan Eto’o yang baru. Dianggap habis oleh Barcelona, justru sang singa Kamerun makin mengaum di Serie A.

Baca juga: Diego Forlan Pensiun

DOUBLE TREBLE

Konfliknya dengan Pep Guardiola memaksa Eto’o untuk hengkang ke Italia bersama Inter Milan arahan Jose Mourinho. Presiden Barcelona, Joan Laporta menukar Eto’o dengan penyerang Nerazzurri Zlatan Ibrahimovic. Di musim pertamanya, torehan gol Eto’o memang tidak secermelang saat membela Barcelona pada musim terakhir. Pria bertinggi 180 cm hanya mencetak 16 gol dan 9 assist dari 48 penampilan di semua ajang.

Di Inter Milan Eto’o hidup kembali

Namun Mourinho menganggap Eto’o masih memiliki sesuatu yang spesial pada diriniya. Alhasil namanya tidak pernah lepas dari skuad inti Inter Milan kala itu. Akhirnya terawangan Jose Mourinho betul-betul terjadi. Eto’o mampu menjadi salah satu pemain andalan yang mengantar Inter Milan meraih treble winner. Maka jadilah Eto’o menjadi satu-satunya pemain yang yang meraih treble winner secara beruntun. Semua penggemar sepak bola tentu ingat bagaimana Eto’o mampu menjadi kartu as Mou (sapaan akrab Mourinho), mengacak-acak Camp Nou (kandang Barcelona).

Bersama Mourinho, ia meraih treble keduanya

Presiden Inter Milan kala itu, Massimo Moratti sampai menganggap pembelian Eto’o merupakan hal yang luar biasa bagi Nerazurri. “Saya tidak yakin apakah membeli Eto’o adalah transfer terbaik saya, tetapi saya berpikir membelinya adalah salah satu hal hebat yang pernah kami lakukan. Eto’o fantastis,” ucap Moratti kala itu.

Eto’o juga pernah berseragam Everton

Tiga musim di Italia, Eto’o memulai petualangan barunya bersama klub Rusia, Anzhi Makhachkala. Kala itu, Eto’o menjadi pemain dengan bayaran paling mahal, mencapai 20 juta euro (sekitar 310 miliar rupiah) per musimnya. Akan tetapi dia tidak mendapatkan satu pun gelar bersama Anzhi. Setelahnya, Eto’o bergabung dengan Chelsea, Everton, ke Serie A bersama Sampdoria sebelum mendarat ke Turki bersama Antalyaspor dan Konyaspor. Terakhir, dia berkiprah di Qatar FC. Eto’o tercatat berkiprah di 13 klub profesional sepanjang kariernya di kancah sepak bola.

Baca juga: Evra Kini, dan Evra Nanti

Sumber: berbagai sumber
Foto: berbagai sumber

Related posts

Icardi Siap Comeback Untuk Inter

Khairul Ardhi

Rennes hempaskan Arsenal

Muhammad Rifqi

Juventus di Musim Depan

Khairul Ardhi

Leave a Comment