Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sepak Bola

Keajaiban Anfield

iSports.id – Liga Champions musim 2018/19 benar-benar memberikan banyak kejutan. Jika sebelumnya kita dikejutkan oleh Comeback dari Manchester United di kandang Paris Saint Germain, pada dini hari tadi Rabu (8/5) kita disajikan Comeback Super dari Liverpool. Secara fantastis The Reds meluluh lantahkan Barcelona di Anfield dengan skor 4-0. Pada dini hari kita juga diajarkan bagaimana untuk tetap percaya dan terus berjuang sampai akhir.

Dukungan Mohamed Salah kepada rekan rekannya yang bermain

Awalnya perjuangan Liverpool ini begitu berat, sebelum kickoff dibunyikan The Reds sudah mendapat batu sandungan pertama. Mereka harus tampil tanpa dua striker andalannya, Mohamed Salah dan Roberto Firmino. Namun di sinilah kita melihat kehebata Juergen Klopp, ia mampu merubah bencana menjadi satu bahan motivasi bagi timnya.

Pada awal babak pertama sepertinya keajaiaban akan benar-benar datang dan sudah meberikan tandanya, gol cepat Divock Origi di menit ke Tujuh memberi harapan kecil bagi Liverpool untuk terus tancap gas. Selepas gol Origi, Liverpool tetap dominan, bahkan mereka menguasai bola hingga rataan 70 persen. Hal ini merupakan kejutan bagaimana Barcelona yang merupakan tim kuat dalam penguasaan bola dapat dikalahkan dalam hal ini. Di babak pertama tidak banyak yang bisa dilakukan Lionel Messi dan Luis Suarez, aliran bola mereka hanya sampai zona ke dua di bagian Liverpool saja.

Gol cepat Divok Origi menjadi kunci awal

Liverpool sendiri mulai nyaman memainkan pola 4-3-3 yang dikombinasikan menjadi 4-3-1-2 dan berubah ke 2-5-1-2 ketika menyerang. Pola ini terbukti ampuh, paling tidak hingga akhir babak pertama dimana mereka mampu menguasai jalan pertandingan dan mengehntikan aliran bola Barcelona.

baca juga : Liverpool Akan Selamatkan Karir Coutinho Tanpa Membelinya

GRUP KECIL

Babak kedua Klopp memulai dengan pendekatan baru, jika pada babak pertama mereka menekan hanya sampai sepertiga lapangan. Maka pada babak kedua Klopp menginstruksikan anak asuhnya melakukan Gegegnpressing di area tengah permainan Barcelona dengan strategi menyerang. Khusus Lionel Messi yang menjadi ancaman tersnediri bagi Liverpool, Klopp tidak melakukan man marking terhadap Messi. Hal ini menarik karena trik ini terbilang jitu. Para pemain Liverpool akan membuat grup kecil 2-3 orang di tiap zona kemanapun Messi melangkah, jadi secara otomatis Messi akan masuk perangkap kemanapun ia berlari.

Messi yang tidak bisa berbuat banyak di Anfield

Cideranya Robertson tidak menghentikan strategi ini, justru masuk Wijnaldum menjadi awal petaka segalanya bagi Barcelona. Mantan pemain Newcastle ini justru berhasil mencetak 2 gol hanya dalam kurun waktu 3 menit. Gol pertama memanfaatkan umpan silang mendatar dari Alexander Arnold. Serta yang kedua melalui sundulan kepalanya yang tidak mampu dibendung oleh Tersetgen. Anfield bergemuruh, mereka mulai percaya keajaiban itu benar benar datang, dan itu sudah di depan mata.

Masuknya Wijnaldum sebagai game changer

Disaat terpuruk seperti ini tidak banyak yang bisa dilakukan Valverde. Mantan pelatih Athletic Bilbao ini mencoba mengubah momentum dengan memasukan Nelson Semedo menggantikan Coutinho yang tampil di bawah performa. Keajaiban itu benar-benar datang, bukan untuk Barca, melainkan untuk The Reds. Skema sepak pojok cerdik Alexander Arnold berhasil dimanfaatkan Origi mencetak gol keempat Liverpool di menit 79. Origi sendiri sebanarnya terkaget dengan umpan sepak pojok Arnold, namun dia masih sempat menceploskan bola ke gawang Ter Stegen Anfiled bergetar, keajaiban itu benar-benar datang, “this is Anfield,” ujar para The kops.

Tren Alexander Arnold yang menjadi kunci dalam gol keempat Liverpool

Tidak banyak yang bisa dilakukan Valverde, Barcelona mencoba mencuri satu gol agar bisa lolos ke final. Masuknya Malcom dan merubah menjadi pakem 4-3-3 sudah sangat terlambat. Klopp sudah mengantisipasinya dengan memasukan Joe Gomez menggantikan Sherdan Xhaqiri. Walau berhasil mengurung pertahanan Liverpool, hingga akhir pertandingan skor tetap tidak berubah untuk kemenangan Liverpool. The Reds melaju ke final di Madrid.

baca juga : Klopp Bersyukur Masih Punya Waktu Untuk Menghadapi Messi

FINAL KE-9

Keberhasilan Liverpool sebenaranya sangat tidak diduga oleh Juergen Klopp. Namun pelatih asal Jerman ini mengaku sangat terkejut dengan performa yang ditampilkan anak asuhannya. Kemenangan ini juga membuktikan di dunia sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Klopp sendiri ada beberapa pendekatan yang ia berikan kepada anak asuhnya dalam menghadapi Barcelona.

Pertama mereka harus tampil tidak terduga, maksud dengan ini adalah mereka harus tampil di luar kebiasaan mereka. Bermain keluar dari zona nyaman dan tidak mudah dididkte lawan. Salah satu bukti nyatanya dipraktikkan pada gol ke empat, kecerdikan Arnold menjadi kunci pad gol ini, semua pemain tidak menduga Arnold akan menendang dengan skema secepat itu.

Anfield bergemuruh menyambut kemenangan The Reds

“Kami harus bermain serius ketika menguasai bola, tetapi kami juga harus cerdik. Barcelona bertahan dari segala hal yang sudah diprediksi dengan baik. Kami harus bermain dengan tidak terduga. Mudah dikatakan, tapi sulit untuk dilakukan,” ujar Klopp dilansir dari UEFA.com.

Kedua adalah memahami bahwa segalanya selalu mnungkin terjadi. Walau tampil tidak dengan kekuatan terbaiknya, justru The Reds mampu bekerja sebagai unit dan mampu menghancurkan Barcelona. “Paduan dari potensi dan hati yang luar biasa ini tidak pernah saya lihat sebelumnya. Memberikan performa seperti ini sangat penting bagi kami dan mereka, Ini benar benar membuktikan  apa yang mungkin terjadi dalam sepakbola,” ujar Klopp kepada Sky Sports.

Klopp : “I Proud to be manager in this team”

Hasil ini menghasilkan rekor sendiri bagi Liverpool, mereka menjadi tim pertama yang lolos ke Final Liga Champions setelah kalah dengan selisih tiga gol di Leg pertama. Hasil ini juga membawa Liverpool kembali final liga Champions untuk kesembilan kalinya. Berikut beberapa catatan Liverpool yang lolos ke Final Lioga Champions

  • Final Tahun 1977 : Juara
  • Final Tahun 1978 : Juara
  • Final Tahun 1981 : Juara
  • Final Tahun 1984 : Juara
  • Final Tahun 1985 : Runner Up
  • Final Tahun 2005 : Juara
  • Final tahun 2000 : Runner Up
  • Final Tahun 2019 : ??

baca juga : Gol Roket Salah ke Gawang Chelsea Bukan Gol Favoritnya

SUSUNAN PEMAIN

Liverpool (4-3-3)

Manajer : Juergen klopp

Alisson Becker, Joel Matip, Virgil van Dijk, Andrew Robertson (Georginio Wijnaldum), Tren Alexander Arnold, Fabinho, James Milner, Johan Henderson, Sherdan Xhaqiri (Daniel Sturridge, Divock Origi (Joe Gomez), Sadio Mane.

 

Barcelona (4-4-2)

Manajer : Ernesto Valverde

Marc Andres Ter Stegen, Sergi Roberto, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba, Phillipe Coutinho (Nelson Semedo), Sergio Busquets, Ivan Rakitic (Malcom), Arturo Vidal (Arthur), Luis Suarez, Lionel Messi.

baca juga : Jurgen Klopp Percaya Diri Menatap Musim Depan

Sumber: berbagai sumber

Foto: berbagai sumber

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Sepak Bola

iSports.id – Kepergian Messi dari Barcelona ke Paris Saint German (PSG) merupakan perpisahan yang sangat menyedihkan dan sangat menyentuh hati. Joan Laporta selaku Presiden...

Sepak Bola

iSports.id – Duel seru ketat dan banjir gol tersaji dalam laga Chelsea kontra Ajax. Dalam laga ini total ada delapan gol yang bersanag dan...

Sepak Bola

iSports.id – Penampilan Liverpool musim lalu bisa dibilang menjadi penampilan yang berkesan. Meski gagal menjadi juara Liga Premiere, anak-anak asuh Juergen Klopp memberikan perlawanan...

Sepak Bola

iSports.id – Catalonia mencekam. Kota klub raksaksa Spanyol, Barcelona tersebut saat ini sedang dalam kondisi yang penuh huru-hara. Situasi ini didapat usai sejumlah aktivis...