iSports.id
Sepak Bola Sepak Bola Dunia

Semua Karena Moura

iSports.id – Tottenham Hotspur menampilkan keajaiban sepak bola hanya dalam waktu 45 menit di babak kedua. Tidak perlu bermain bagus, Tottenham hanya bermain efektif dan mampu mencecar kelemahan Ajax. Dalam pertandingan tersebut Tottenham menang dengan skor 2-3 dan berhak atas satu tiket ke final Liga Champions 2018/19.

Gol awal dari Ajax

Ajax memulai pertandingan dengan baik, mereka langsung menerapkan strategi sama yang mereka lakukan di leg pertama. Strategi ini cukup merepotkan Spurs di awal laga, baru empat menit berjalan Dusan Tadic mendapat peluang pertama, namun sayang Hugo lloris masih bisa menghalau tendangan Tadic dengan penyelamatan gemilang. Namun dari hasil halauan Lloris yang menghasilkan corner kick justru akhirnya mampu dimanfaatkan Matthijs De ligt menjadi gol, 1-0 untuk Ajax.

Terlecut gol Ajax, Tottenham coba menaikan sedikit tempo, sepertinya anak-anak asuh Pocchetino mencoba melambatkan tempo permainan agar berjalan sesuai dengan ritme permainan Tottenham. Namun, kompaknya pergerakan pemain Ajax mebuat strategi ini masih tidak bisa berjalan dengan baik. Walau sempat mendapat peluang dari tendangan Heung Min Son yang membentur mistar, justru The Lilly Whites kembali tertinggal.

Hakim Ziyech merayakan gol kedua Ajax

Nama Hakim Ziyech muncul sebagai pencetak gol kedua Ajax. Pemain berkaki kidal ini mencetak gol setalah tendangan kaki kiri nya menghujam keras ke ujung kiri  gawang Lloris. Gol ini disambut dengan sangat meriah di Johan Cruyf arena, impian Ajax masuk ke final sudah didepan mata. Hasil ini bertahan hingga turun minum.

baca juga : Efek Rumah Baru Tottenham

PERUBAHAN PENDEKATAN

Pada babak kedua Poch membuat perubahan strategi, Fernando llorente masuk menggantikan Wanyama. Otomatis Eriksen ditarik agak sedikit kebalakang dan memberi celah Delle Alli mengekspos kelemahan Ajax, Tottenham bermain tidak menggunakan defensive mieldfielder. Startegi ini diikuti dengan perubahan pendekatan Pochetino, jika sebelumnya Poch memberi instruksi anak asuhnya untuk menjaga bola lebih ke dalam, kali ini Poch menginstruksikan untuk memberikan umpan panjang ke depan.

Lucas Moura menjadi kunci dalam permainan ini

Strategi ini terbukti sangat ampuh, Ajax yang lemah dalam hal adu fisik akhirnya ketetaran dengan pendekatan Spurs yang berbeda. Gol balasan Spurs pun bermula dari umpan panjang di menit 55, Dele Alli berhasil mengecoh pemain belakang Ajax untuk kemudian bola disosor oleh Lucas Moura menjadi gol pertama Spurs. Mendapat momentum, Spurs terus menggenjot cara bermain mereka. Erik Lamela masuk menggantikan Tripier, Spurs memainkan kembali pola tiga bek.

Empat menit berselang hal serupa terjadi, bermula dari umpan panjang Spurs ke depan. Bola kemudian di cocor oleh Llorente, namun Onana berhasil mengahalau dengan sigap. Disinilah Moura muncul sebagai pahlawan, kemelut didepan gawang Ajax ini dimanfaatkan mantan pemain PSG ini dengan sepakan kiri. Ajaib, Tottenham masih berpeluang lolos, anak anak London utara ini semakin bersemangat.

Pemain Spurs semakin bersemangat menekan Ajax

Ajax tidak mau diam saja, berturut-turut mereka mendapatkan peluang emas lewat Hakim Ziyech, namun sayangnya belum ada yang menjadi gol. Pada menit 90+5 Tottenham benar-benar mewujudkan keajaiban tersebut, semuanya kembali berawal dari umpan panjang. Llorente yang menjadi front men tower di lini depan memberikan bola kepada Ali yang kemudian dengan cerdik memberikan end pass di depan gawang Ajax. Moura yang jeli kemudian bereaksi dengan cepat dan meneruskan bola menjadi gol, Johan Cruyf Arena bergetar, babak semifinal berlangsung luar biasa.

Ajax tertunduk lesu

Hingga akhir pertandingan tidak banyak yang bisa dilakukan Ajax. Sisa waktu yang sedikit serta mental yang semakin tergerus membuiat mereka tertunduk lesu. Anak-anak asuh Pochetino berhasil masuk final Liga Champions dan akan berhadapan dengan Liverpool di Wanda metropolitan pada 1 Juni mendatang.

baca juga :Tottenham Hotspurs Stadium Rampung

AIR MATA POCH

Manajer Tottenham Hostpurs, Mauricio Pochetino tidak bisa menyembukan kebahagiannya membawa The Lilly Whites ke final Liga Champion 2018/19. Terlebih lagi Spurs lolos dengan cara yang dramatis di kandang lawan. Dalam kemenangan ini Poch tidak ragu menyebutkan anak-anak asuhnya sebagai pahlawan.

“Masih sulit mengatakan sesuatu, emosinya sungguh luar biasa. Terima kasih sepak bola, terima kasih pemain, mereka pahlawan saya. Saya bilang kepada Anda tahun lalu, saya bilang bahwa kami punya tim yang berisi para pahlawan. Mereka memperlihatkannya hari ini, babak kedua sangatlah luar biasa,” ujar Pochetino kepada BT Sport.

Pochetino terharu dengan perjuangan anak asuhnya

Khusus untuk Moura Poch memberikan pujian khusus kepadanya, keberhasilan ini membuat pelatih asal Argentina ini terharu. Sambil meneteskan air mata, Poch terus memberikan pernyataannya. “Dari yang pertama hingga yang terakhir, ini adalah saat yang sulit dalam hidup dari lima tahun sebelumnya. Terima kasih, terima kasih sepak bola. Terima kasih kepada pendukung kami. Terima kasih kepada mereka yang yakin dan membantu kami mencapai momen luar biasa ini, sulit mendeskripsikannya,” tutur Poch.

baca juga : Tottenham Lebih Baik Tanpa Harry Kane?

SUSUNAN PEMAIN

Ajax Amsterdam (4-3-3)

Manajer : Erik Ten Hag

Andre Onana, Noussair Mazraoui, Matthijs de Ligt, Daley Blind, Nicolas Tagliafico, Lasse Schone (Joel Veltman), Donny van de Beek (Lisandro Magallan), Frenkie de Jong, Hakim Ziyech, Kasper Dolberg (Daley Singkraven), Dusan Tadic.

Tottenham Hotspur (4-3-1-2)

Manajer : Mauricio Pochettino

Hugo Lloris, Danny Rose (Ben Davies), Jan Vertonghen, Toby Alderweirerld, Kieran Trippier (Erik Lamela), Dele Alli, Victor Wanyama (Fernando Llorente), Moussa Sissoko, Christian Eriksen, Heung Min Son, Lucas Moura.

baca juga : Tottenham Tim Ketujuh Inggris Yang Berhasil Ke Semi-Final Liga Champions

Sumber: berbagai sumber

Foto: berbagai sumber

Related posts

Niko Kovac Resmi Dipecat Bayern Muenchen

Muhammad Rifqi

Anderlecht Kena Denda karena Vincent Kompany

Muhammad Rifqi

Inggris Cukur Bulgaria di Jeda Internasional

Muhammad Rifqi

Leave a Comment