Connect with us

Hi, what are you looking for?

F1

Bukti Kerja Keras De Vries di Emilia-Rogmana

Kerja Keras De Vries

isports.id – Bukti kerja keras De Vries sendiri untuk mengamankan kursi-nya di Alpha Tauri mungkin bisa terlihat di balapan minggu ini. Bahkan beberapa kali pembalap yang masih ada keturunan dari Indonesia tersebut masih bisa membuktikannya. Bahkan desas-desus yang beredar kalau ia bakalan berganti dengan Ricciardo.

Kerja Keras De Vries

Namanya juga Nick De Vries, mungkin saja ia belum bisa beradaptasi namun skill dan bakatnya pun juga masih lumayan. Tetapi, namanya balapan dan Opa Helmut Marko modelannya tidak sabaran, jelas mengundang tanda tanya.

Padahal ini baru sepertiga balapan dan tidak ada yang salah kalau kita melihat potensi De Vries kali ini belum keluar. Tambah lagi kemampuan AT 2023 kali ini jauh dari AT 2022 malah. Sehingga tidak bisa menyalahkan kemampuan De Vries sendiri tidak muncul akibat mobil yang kurang OP bukan?

Peringatan Helmut ke De Vries Mengada-ngada

Banyak sekali pemberitaan soal rumor tersebut dan memang Helmut sendiri yang konfirmasi kalau ia berikan ultimatum tersebut. Cuma, soal Ricciardo yang masuk gantikan Nyck sendiri belum tentu benar. Bahkan Nyck sendiri merasa kalau ia tahu isu tersebut namun tak mau ikut terlalu dalam.

“Saya membaca soal rumor tersebut namun saya sendiri tidak mau terlibat lebih dalam soal masalah tersebut. Fokus saya hanya balapan saja.” Begitu kata De Vries dari The Race.

Namun itu semua terlalu prematur sampai akhrinya The Race membuat sebuah memoar soal prematurnya sistem pengorbitan pembalap F1 akademi mereka. Termasuk beberapa korban dari kakek “Helmut Marko” tersebut.

Blueprint Setengah Matang

Namanya Blueprint pasti semuanya bisa matang tanpa ada masalah berarti. Namun itu semua bisa berubah tatkala adanya pemaksaan ataupun juga memaksakan pembalap setengah matang atau belum sepenuhnya matang masuk ke F1. Sebenarnya, beberapa nama seperti Brandon Hartley dan Daniily Kvyat (Memang dia itu Torpedo) sungguh punya talenta namun Helmut tidak sabaran.

Bahkan ia memuji Max Verstappen yang begitu memiliki segalanya bahkan dedikasi serta ambisi lebih serius. Meskipun Ricciardo pun juga ada ambisi namun itu semua mentah begitu saja. Namun, balik ke blueprint tersebut, bawa Nyck De Vries sendiri adalah hal menarik. Sebagai Reserve Driver sendiri bisa bilang ia memiliki segalanya. Bahkan punya kemampuan yang mumpuni sekalipun ia bisa menjadi yang terbaik.

Sekalipun Franz Tost membela De Vries, tetap saja penilaian ada di Helmut. Bukan berarti salah De Vries juga. Pengembangan AT 002 sendiri juga terbilang medioker. Persis seperti Ferrari saat ini namun sedikit bumbu badut di setiap balapan.

Percuma kalau skill bagus mobil tidak bisa kompetitif. Hal ini jadi pekerjaan besar Red Bull di Emilia Rogmana nanti. Pastinya jadi bukti kerja keras De Vries sendiri nantinya.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi isports.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga