Connect with us

Hi, what are you looking for?

Olimpik

Dicurangi, Atlet Pencak Silat Indonesia Dapat Medali Perak

Perwakilan Indonesia untuk cabang olahraga pencak silat di Sea Games, Yolla Primadona dan Hendy, meraih medali perak setelah klaim dicurangi oleh pihak lawan.

Malaysia, isports.id Duo atlet pencak silat asal Indonesia,Yolla Primadona dan Hendy, yang berlaga di kategori ganda putra di cabang olahraga pencak silat, gagal meraih medali emas dengan berada di urutan kedua ketika menjamu pasangan Mohd. Taqiyuddin Hamid dan Rosli Mohd. Sharif di final pencak silat di Sea Games 2017 di Kuala Lumpur pada hari Kamis pagi.

Yolla dan Hendy, yang merupakan juara bertahan sebelum pertandingan itu, terlihat menangis ketika wasit mengumumkan nilai akhir di Kuala Lumpur Convention Center.

Atlet Indonesia yang tampil terakhir, dan teknik menggunakan senjata serta dengan tangan kosong menghasilkan 544 poin dari para juri.  Sedangkan tim dari Malaysia memulai pertama kali dengan raihan 583 poin.

Di sisi lain, dua atlet asal Singapura Nujaid Hasif dan Muhammad Haziq berada di urutan ketiga, selisih 10 poin dari atlet perwakilan Indonesia.

“Atlet kami tampil sangat baik, dengan ritme dan koordinasi yang baik,” kata pelatih Tulus Priyadi kepada wartawan usai pertandingan.

“Kami merasa tidak ada masalah dengan apa yang ditampilkan, dan bahkan kami terlihat unggul dari semua bidang. Ini seperti keanehan dalam cabang olahraga ini, saya tidak tahu apakah juri sudah bersikap adil.”

Yolla dan Hendy, yang menjadiu juara dunia di Thailand dua tahun lalu, merasa sangat kecewa dengan medali perak yang didapatkan.

“Pada saat di Thailand, mereka (tim Malaysia) bahkan tidak mencapai tiga besar,” kata Hendy. “Kami mohon maaf kepada masyarakat Indonesia karena kami tidak melakukan yang terbaik.

“Kami sudah mencoba semaksimal mungkin dan harapan kami pun tidak sesuai. Ini benar-benar mengecewakan.”

Kemudian juga, Yolla menambahkan: “Ini bukan kali pertama kami bertemu mereka. Kami pernah bertemu mereka lima kali tapi mereka tidak pernah dapatkan podium apapun. Saya tidak tahu seperti apa jenis penilaian juri, tapi saya hanya bisa pasrah.”

Melihat hasil ini, menambah catatan hitam tentang sportifitas tuan rumah yang beberapa kali dianggap merugikan Indonesia di beberapa cabang olahraga.

Dimana sebelumnya tim putri sepak takraw juga mendapat kerugian dari keputusan wasit sehingga melakukan aksi Walk-Out, dimana tim putra juga mendapatkan hasil serupa.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi isports.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Mobile Legends

iSports.id – Pengembang game MOONTON Games, pencipta Mobile Legends: Bang Bang, telah bermitra dengan penyelenggara acara esports yang berbasis di Malaysia, IO Esports. Kemitraan...

Esports

iSports.id – Pemerintah Malaysia support M6 World Championship, setelah kembali mendapatkan lampu hijau dari Moonton untuk jadi tuan rumah. Karena tempat ini menjadi pusat...

Mobile Legends

  iSports.id – M6 di Malaysia akhirnya menjadi kenyataan. Berita yang beredar mengenai pelaksanaan M6 ini memang sudah lama tersiar. Hal ini membuat Malaysia...

PUBG Mobile

  iSports.id – Persija EVOS sukses ambil bagian untuk mencapai Grand Final dalam fase Last Chance PMGC 2023! Dengan memulai langkahnya di Last Chance...