Connect with us

Hi, what are you looking for?

UFC

Patrick Cummins, Si Petarung UFC Yang Pernah Tunawisma Dan Bekerja di Starbucks

Petarung UFC kelas Lightheavyweight, Patrick Cummins, menunjukkan “hasil pertarungannya” melalui sosial media.

AS, isports.idAda malam yang mengesankan untuk petarung UFC kelas lightheavyweight, Patrick Cummins, di UFC Fight Night: Long Island. Pria tangguh yang berkumis itu bertanding melawan petarung asal kota New York, Gian Villante, dan mendapatkan pukulan seius pada bagian mata, tapi tidak menghentikannya untuk maju dan menekan kemenangan.

Cummins merayakan kemenangan tersebut dengan penggemarnya di media sosial dengan cara yang menarik, yaitu memasang foto selfie dari belakang sebuah mobil ambulans.

Ini bukan kali pertamanya Cummins mengambil foto selfie di ambulans menyusul pertempuran yang melelahkan di Octagon. Dia mengambil gambar yang sama setelah kemenangan tipis pada bulan April, yang satu ini dengan mengalahkan petarung kelas berat asal Polandia, Jan Blachowicz.

Kedua kemenangan tersebut merupakan perubahan besar bagi karir Patrick, yang mendapat catatan 1-3 pada tahun 2015 dan 2016 sebelum kembali ke jalan kemenangan pada tahun 2017.

“Saya menjadi tunawisma dalam beberapa waktu,” kata Cummins dalam sebuah wawancara dengan Fox Sport (24/7/2017). “Dulu saya sering meminta beberapa orang untuk menumpang dirumahnya, tapi itu tidak berhasil dan kini keadaan berubah. Dan ya, saya baru-baru ini terlibat perkelahian karena kondisi saya sangat buruk setelah mengalami dua kekalahan dan saya berada di antara perkelahian.

”Tapi saya memang sudah terbiasa dengan hal semacam itu, saya mendapatkan uang dari berkelahi di atas arena dan itu menjadi sumber penghasilan saya, siapa yang bisa menyangkal ?”

 

https://www.instagram.com/p/BSpTtVDDuPq/

 

Cummins (yang pernah menjadi pegulat Olimpiade alternatif) memenangkan tiket ke UFC setelah Rashad Evans mengalami cedera pada tahun 2014. UFC memanggil Cummins dengan seminggu sebelum acara berlangsung, dan menariknya itu terjadi ketika bekerja sebagai barista untuk Starbucks.

Sementara Cummins tidak dapat memenangkan pertarungan tersebut, dia memastikan diri memiliki sebuah tempat di UFC dengan melanjutkan kemenangan melawan Ovince Saint Preux dan Glover Teixeira. Dan sementara dia mungkin tidak pernah menjadi pesaing serius di kelas lightheavyweight, dia memiliki keterampilan untuk menjaga penampilannya di atas arena pertarungan, bahkan dia dianggap sebagai petarung yang underrated tapi menyulitkan.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi isports.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

MMA

iSports.id — Legenda UFC Matt Brown tidak pernah terlalu percaya bahwa Conor McGregor akan benar-benar bertarung lagi. Pendapat itu semakin kuat sejak petarung Irlandia...

MMA

iSports.id — Kevin Holland sukses mengalahkan lawan duelnya, Michal Oleskiejczuk dalam pertarungan utama UFC 302 di Newark, New Jersey. Pertarungan tersebut berlangsung pada hari...

MMA

iSports.id — Dustin Poirier belum pernah menapaki rekor pertarungan selama hampir empat tahun. Peluang untuk menang dari kedua petarung, antara ia dengan Islam Makhachev...

Berita Olahraga

iSports.id — Dustin Poirier adalah salah satu atlet yang menonjol di seluruh daftar UFC. Ia mempunyai reputasi dalam menampilkan penampilan yang menarik. Tidak heran...