Connect with us

Hi, what are you looking for?

Olimpik

Luis Milla Harus Pertajam Lini Depan

Timnas U-22 harus kalah 0-1 dengan tim Malaysia, dengan status penguasaan bola 60 persen dibabak pertama dan 57 persen dibabak kedua. Namun tendangan ke gawang tim Malaysia 13 kali hampir dua kali lipat timnas Indonesia yang hanya 7 kali saja. Bisakah Luis Milla merubah  statistik tersebut, untuk merebut medali perunggu SEA Games 2017?

Selangor,isports.id- Kegagalan timnas Indonesia dalam semifinal SEA Games 2017 melawan tim tuan rumah Malaysia. Hasil skor 0-1 dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi warga Indonesia. Jika diperhatikan pemain timnas U-22 tidak didukung oleh 3 pemain inti, seperti Hansamu Yama Pratama, Manirus Wanewar dan Muhammad Hargianto.

Meski bermain tanpa 3 pemain tersebut, timnas U-22 mampu menampilkan permainan yang kompak, dan merepotkan tuan rumah Malaysia. Pelatih Indonesia, Luis Milla menilai bahwa timnas U-22 mampu menampilkan pertandingan yang bagus.”Saya bangga dengan semangat pemain yang pantang menyerah. Meski jadwal istirahat timnas U-22 Indonesia tidak sebanyak tim Malaysia yang mendapatkan satu hari penuh,” jelas Milla.

Dengan permainan yang bagus, timnas Indonesia hanya kalah keberuntungan. Peluang yang dibangun, seharusnya bisa tercipta gol, namun dengan sentuhan finishing yang belum memuaskan hasil. “Peluang Indonesia dan Malaysia 50:50. Namun Malaysia lebih beruntung karena bisa cetak gol. Kita juga punya peluang lewat Ezra maupun Febri,” tutur Milla.

Statistik pertandingan terlihat timnas U-22 Indonesia lebih dominan. Babak pertama pengusaaan bola timnas Indonesia berhasil menebus 60 persen. Sedangkan babak kedua, Evan Dimas dkk, berhasil memegang kendali hingga 57 persen. Dalam passing, operan timnas Indonesia menembus 76 persen, dibanding tim Malaysia yang hanya 71 persen. Timnas Indonesia hanya kalah dari dalam shooting ke gawang. Malaysia mampu menembak 13 kali tembakan, empat diantaranya tepat sasara. Sedangkan Indonesia hanya 7 kali, dengan tiga kali tepat sasaran.

Gol kemenangan Malaysia dicetak Thanabalan, di menit ke-86, memanfaatkan umpan tendangan sudut yang disambut dengan sundulan kepalanya. Bola meluncur deras dan tidak bisa dijangkau sang penjaga gawang Satria Tama. Timnas Malaysia melalui ujung tombak Jafri berhasil mendeteksi titik lemah lini pertahanan timnas Indonesia. Pemain belakang tidak mampu pergerakan Thanabalan, sedangkan kiper Satria Tama tidak bisa menjangkau bola mendarat di sudut kiri gawang.

Absennya Hansamu Yama memang penting sebagai pilar pertahanan tim nasional, sehingga memperkokoh barisan belakang. Dengan absennya dia, lawan menemukan celah untuk menjebol tim yang nahkodai Evan Dimas dkk tersebut.

Penampilan Satria Tama cukup menjadi perhatian. Sedikitnya 4 peluang emas dari tim tuan rumah berhasil dimentahkan melalui kecepatan tangannya. Selain peluang emas yang diciptakan Yabes Roni yang berhasil dimentahkan kiper Malaysia, sebenarnya memiliki peluang terbaik di 95:45. Pemain timnas Indonesia Osvaldo Haay dijatuhkan pemain belakang Malaysia. Namun, sayangnya sang wasit menganggap bola tersebut keluar secara normal dan tidak memberikan hadiah penalti kepada timnas.

Kekalahan timnas Indonesia mengantarkan perebutan medali perunggu  Myanmar yang berlangsung sore ini 28 Agustus 2017. Melihat timnas Myanmar juga termasuk tim kuat, karena sebelumnya hanya dikalahkan Thailand dengan skor tipis 0-1. Kuncinya, Luis Milla harus mempunyai strategi mencuri gol sejak awal, dan membuat pertahanan kokoh sampai menit ke-90.

 

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi isports.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Olimpik

Pemerintah RI mengakui belum merampungkan pengiriman bonus kepada atlet peraih medali SEA Games dan ASEAN Para Games 2017. Akibat dana yang masih menjadi penyebab...

Liga Indonesia

Usai tampil menawan pada gelaran SEA Games 2017 di Kuala Lumpur. Kiper tim nasional Indonesia U-22, Satria Tama kabarnya di bidik oleh segelintir klub...

Sepak Bola

Sempat dikaitkan akan bergabung dengan salah satu klub EPL, West Ham United. Namun ia memilih berkostum dengan tim kasta kedua Liga Belanda, Almere City....

Olimpik

Di Final SEA Games 2017, Cabang Sepeda Sport menyumbangkan 11 medali. Kuala Lumpur,isports.id- Di hari terakhir SEA Games 2017, kontingen atlet Indonesia dari cabang...