Connect with us

Hi, what are you looking for?

Liga Indonesia

Bali United Belum Terkalahkan Dalam Enam Laga Beruntun

Bali United Belum Terkalahkan Dalam Enam Laga Beruntun
Bali United kembali raih hasil positif saat harus bertamu ke Jawa Timur menghadapi Persegres Gresik United dan saat ini mereka berada di posisi kedua klasemen paruh pertama. (Foto : Rayapos)

Bali United berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam enam laga berturut-turut setelah sanggup menghajar tuan rumah Persegres Gresik United dengan skor 3-1 di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (31/07) malam. Dalam lanjutan pekan ke-17 Liga 1 Indonesia 2017.

Lamongan, isports.id – Persegres Gresik United yang berusaha untuk keluar dari zona degradasi mengawali laga dengan tempo yang biasa-biasa saja, sehinggga situasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh Bali United untuk menggempur jantung pertahanan tuan rumah.

Fans Persegres Gresik United sontak terdiam pada menit ke-17. Achmad Faris yang bermaksud untuk menghalau bola hasil umpan silang Yabes Roni dari sisi kiri pertahanan justru mengarah kedalam gawang Aji Saka. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu.

Ketinggalan satu gol membuat Persegres Gresik United lebih agresif dalam membangun serangan. Namun, mereka selalu kesulitan menembus lini belakang Bali United yang bermain sangat disiplin.

Sementara itu, Bali United juga mengalami kebuntuan setelah Persegres Gresik United menampilkan perbaikan performa. Upaya serangan yang coba dilancarkan Fadhil Sausu dan kolega selalu patah di lini pertahanan lawan.

Kesempatan diraih oleh Persegres Gresik United lima menit jelang babak pertama usai. Memanfaatkan kesalahan lini belakang Bali United, Patrick da Silva melepaskan tembakan, tapi masih melenceng di samping gawang. Skor 1-0 untuk keunggulan Bali United tetap bertahan hingga paruh pertama usai.

Pertempuran antara Persegres Gresik United dan Bali United semakin menarik di babak kedua. Laskar Joko Samudro yang berusaha mengejar ketinggalan langsung coba membongkar pertahanan Bali United.

Suporter tuan rumah akhirnya bersorak di menit ke-69 setelah Arsyad Yusgiantoro mampu menjebol gawang Bali United setelah memaksimalkna umpan panjang yang dikirim oleh David Faristian. Papan skor pun berubah menjadi 1-1.

Bali United langsung merespons gol tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan. Sylvano Comvalius memberikan umpan kepada Miftahul Hamdi. Walau berdiri bebas, Miftahul Hamdi gagal menyarangkan bola di menit ke-76. Selang dua menit kemudian, giliran Patrick da Silva memberikan ancaman di pertahanan Bali United, tapi sepakannya masih bisa ditepis Wawan Hendrawan.

Serdadu Tridatu kembali mampu unggul atas tuan rumah pada menit ke-85. Diawali dari corner kick yang memunculkan bola liar di dalam kotak penalti dan selanjutnya Fadhil Sausu sukses melepaskan tendangan keras yang tak bisa diamankan oleh Aji Saka.

Menjelang berakhirnya laga, Bali United berhasil menambah gol lagi lewat serangan balik cepat, Syakir Sulaiman mampu melepaskan umpan yang langsung disambut Sylvano Comvalius yang dengan tenang sukses menceploskan bola ke gawang Persegres Gresik United. Laga pun berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Bali United.

Pelatih Persegres Gresik United, Hanafi, menyesalkan gol lawan yang tercipta pada menit-menit akhir. Ia juga menambahkan tentang skuat besutannya yang terlalu mudah diperdaya oleh lawannya meskipun sudah memberikan perlawanan yang cukup sengit.

“Sebenarnya sudah sejak dulu saya coba benahi. Bahkan, kemarin saya juga sudah bicara dengan (asisten pelatih) Khusairi, tapi memang lagi-lagi menit akhir seperti ini. Saya sudah tak lagi mengerti, apa yang harus saya sampaikan,” tutur Hanafi, dalam konferensi pers usai laga.

“Menjelang setiap pertandingan, banyak sekali permasalahan. Terus dalam kondisi itu atau sebelum-sebelumnya, apa yang sebenarnya harus dilakukan.”

“Misal, para pemain Bali United saat injury time dua menit tadi, juga ada kan yang pura-pura jatuh sakit,” keluh Hanafi.

Sedangkan, pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, menjelaskan bahwa Bali United mampu memanfaatkan beban yang menimpa para penggawa Persegres Gresik United. Beban berat tersebut membuat lini belakang tuan rumah berantakan menjelang laga usai.

“Saya pernah jadi pemain hampir 20 tahun, dan pelatih sekitar lima tahun lebih. Tim yang tertinggal atau wajib menang, pasti membuat organisasi permainan mereka kurang terkontrol. Karena kalah atau menang, mereka pasti berpikir ingin menang, makanya lini pertahanan mereka out position semua. Jadi di situ ada celah yang bisa dimanfaatkan,” imbuh Widodo.

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi isports.id.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baca Juga

Berita Olahraga

iSports.id – Secara resmi Widodo Cahyono Putro jadi pelatih Arema FC untuk musim ini, setelah memecat Fernando Valente sebagai pelatih. Manajemen membenarkan, mereka telah...

Sepak Bola

Last updated on 23 Maret, 2023 iSports.id – Pelatih Widodo Cahyono Putro harus mengakhiri karirnya yang menjabat sebagai pelatih kepala Bhayangkara FC untuk musim...

Liga Indonesia

Isports.id – Laga lanjutan liga 1 yang mempertemukan klub Barito Putera kontrak Persija Jakarta harus puas berbagi angka. Anak asuh Rahmad Dermawan gagal meraih...

Liga Indonesia

Isports.id – Kabar tidak baik menimpa klub Persib Bandung dan sebagai klub pertama liga 1 yang tertimpa musibah Covid-19. Persib Bandung memastikan bahwa tim...