iSports.id
Sepak Bola Sepak Bola Dunia

Muka Murung Si Raja Gol

PEMUDA ITU TAMPAK KURUS, RAUT MUKANYA YANG SURAM DAN KERAS SEOLAH TIDAK MENUNJUKKAN BAKAT SEPAK BOLA DI DALAMNYA. NAMUN TIDAK UNTUK MIROSLAV KLOSE

iSports.id – Piala Dunia seperti candu empat tahunan bagi para penggemar sepak bola. Setiap pertandingannya tidak boleh dilewatkan. Setiap momennya menjadi hal yang mungkin akan terus dingat.

Alkisah, pada saat itu saya tidak pernah menyukai Timnas Jerman. Permainannya yang kaku pada saat itu bukanlah pilihan pertama bagi saya untuk ditonton. Namun pada gelaran Piala Dunia 2002, saya dibuat terbelalak oleh penampilan pemuda kurus dari Timnas Jerman.

Bukan Olivier Bierhoff atau Karsten jancker, namun pemuda kurus bernama Miroslav Klose. Pada laga yang dihelat di Sapporo Dome, Jerman yang diasuh Rudi Voller bertanding melawan Arab Saudi. Di atas kertas memang Jerman sudah diunggulkan, namun siapa sangka debutan Piala Dunia 2002 tersebut mampu mencetak tiga gol yang semuanya dibuat dengan kepala.

Aksi Klose saat melawan Saudi Arabia di World Cup 2002

Dalam pertandingan itu sendiri Arab Saudi dicukur dengan skor 8-0. Sempat muncul isu bahwa bola yang terbuat dari kulit babi membuat sang kiper Arab Saudi, Al Deayea, ogah-ogahan dalam menangkapnya. Tentu saja itu tidak benar, nyatanya Fevernova (bola edisi Piala Dunia 2002) merupakan salah satu bola tercanggih di eranya.

Klose sendiri terus menunjukkan performa impressifnya di gelaran tersebut. Gol demi gol terus ia sarangkan. Gol darinya seakan memutus stigma di mana debutan hanya impressif pada laga pertama.

Klose biasanya melakukan salto dalam selebrasi golnya

Pada akhirnya Timnas Jerman dikalahkan di Brasil di fase final lewat gol dari Ronaldo Nazarrio yang tampil begitu trengginas. Namun kemunculan Klose seakan menjadi harapan baru bagi publik Die Panser yang hancur-hancuran total pada gelaran Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Bersama Tim Panser, Klose seakan menjadi wajah baru bagi transformasi sepak bola Jerman.

baca juga : Sejarah berdarah Escobar

HANYA MUKANYA YANG MURUNG

Di daratan Polandia, kita akan menemukan beberapa muka-muka murung. Bukan sedang terlibat masalah, tapi karena memang perawakan orang-orang wilayah Slavik (Polandia dan sekitarnya) memang begitu adanya. Kaum Slavik ini memiliki raut yang khas, dagu lancip, struktur rahang kokoh, serta sorot mata tajam. Orang Jerman biasanya menyebutnya dengan ‘kemurungan khas Slavik’. Hal ini mengacu kepada pecahan negara Uni Soviet setelah runtuh dirundung masa-masa yang berat.

Di era sepak bola modern mudah menemukan para pemain Polandia yang bermain di Liga Jerman. Nama nama seperti Robert Lewadonski dan Lukasz Piszcek sudah kondang di Bundesliga. Tapi jauh sebelum itu Miroslav Klose adalah salah satu yang paling populer. Bukan hanya sebagai orang Polandia, tapi Klose memilih Jerman sebagai tambatan hatinya.

Perawakannya menampakkan muka khas Slavik

Miroslaf Josef Klose dilahirkan dari dua pasangan olahragawan. Ayahnya (Josef Klose) merupakan pesepakbola di Polandia. Sementara ibunya adalah atlet bola tangan yang tergabung dalam Timnas Polandia. Sejak kecil Miro (sapaan akrab Klose) sudah menetap dan tumbuh di Jerman.

Kehangatan pada pribadinya seakan menghapus stigma negatif murung khas Slavik. Sikapnya yang santun sudah ia tunjukkan kala masih berseragam Kaiserlautern. Kesantunan ini sudah menjadi bagian yang melekat pada diri Klose. Semisal ketika ia pindah ke Werder Bremen terjadi suatu insiden dan dia mendapatkan penalti bagi Bremen. Namun alih-alih menerima penalti, ia malah mendatangi wasit dan mengatakan bahwa ia tidak layak memperoleh penalti.

Miroslav klose saat di Werder Bremen

Hasilnya? Wasitpun merubah keputusannya. Klose langsung kebanjiran pujian dari berbagai pihak. Bundesliga secara khusus juga sudah menyiapkan Fair Play Award khusus Miro. Reaksinya setelah itu yang semakin membuat para fans kadung jatuh cinta.

“Penghargaan ini adalah kehormatan besar tapi juga sedikit membuatku sebal. Bersikap sportif adalah sikap yang harus selalu kita pegang di lapangan dan aku akan terus melakukannya,”

– Miroslav klose

Terdengar Klise? Di zaman sepak bola modern yang saat ini mendewakan gol dan meraih kemenangan, perkataan Klose seakan menjadi tabir pembeda. Di sisi lain kemenangan harus tetap ada fair play dan kebaikan hati. Bukan hanya sekali Klose melakukan ini. Beberapa tahun kemudian (2012) Klose kembali melakukan hal tersebut ketika berseragam Lazio.

Di Lazio ia menjadi panutan dan di cintai para fans

Kala itu Lazio yang berhadapan dengan Napoli mendapatkan gol dari Klose. Masalah timbul karena bola yang masuk ke gawang akibat pantulan tangan dari Klose. Seketika lima sampai enam pemain Napoli mengerubungi wasit karena mengesahkan gol tersebut.

Sang pengadil lapangan kemudian memanggil klose untuk mengkonfirmasikan hal tersebut. Bukannya menerima pengesahan golnya, Klose malah menjawab jujur bahwa tanganya memang membantu bola masuk ke gawang. Gol pun dianulir. Sekali lagi inilah sikap sportif luar biasa Klose.

baca juga : jangan salah kaprah soal handball

RAJA GOL PIALA DUNIA

Skill-nya tidak istimewa, dia tidak punya dribble emas macam Lionel Messi, atau tendangan powerfull ala Cristiano Ronaldo. Bahkan jika ditanya apakah Klose punya signature move khas pemain pemain legendaris lainnya, jawabnya tidak ada. Namun tanyalah kepada dunia, siapakah raja gol Piala Dunia saat ini. Hanya Miroslav Klose jawabannya.

Butuh empat Piala Dunia untuk menjadikan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di ajang 4 tahunan itu. Tumbuh di era transisi ketika Jerman mengubah gaya mainnya dari kaku menjadi cair seakan tidak meneggelamkan nama Klose. Setiap rezimnya Klose seakan menjadi pilihan utama sang pelatih. Serangan boleh berbeda, tapi ketika urusan lini depan Klose masih yang terdepan.

Momen saat Klose memecahkan rekor

Bahkan saking ajaibnya kehadiran Klose, ia dianggap sebagai bintang keberuntungan, karena Jerman tidak akan kalah ketika Klose mencetak gol. Pria yang pernah menjadi tukang kayu hingga umur 20 tahun ini mencetak 136 kali caps untuk Jerman. Catatan ini hanya kalah dari Lothar Matthaus yang telah tampil 150 kali.

Momen penasbihan ‘Raja Gol Piala Dunia’ ini terjadi saat Piala Dunia 2014, di saat Klose menjadi satu-satunya striker murni yang dibawa oleh Joachim Loew. Jerman yang menghadapi Brasil sedang unggul 1-0.

Klose kemudian menggandakannya setelah mengambil umpan cerdik Toni Kroos. Bola tembakan Klose sempat diblok Julio Cesar, namun bola berbalik padanya seolah minta diceploskan. Alhasil terciptalah rekor tersebut.

Klose yang akhirnya mampu memenangkan Piala Dunia di tahun 2014

Der Panzer sendiri akhirnya memenangkan perhelatan tersebut, walau Klose jarang menjadi starter. Namun jasanya dalam membawa Jerman menjuarai Piala Dunia lebih penting baginya ketimbang rekor. Pada satu kesempatan dalam interview dengan majalah Kicker (media Jerman), mantan striker Bayern Muecnhen ini mengatakan, “gelar bersama tim lebih berharga daripada apapun untuk saya.”

“Erinnere dich an diesen namen Miroslav Klose”  

baca juga : malaikat firenze

Sumber : berbagai sumber

Foto : berbagai sumber

Related posts

Kemenangan Menyakitkan Manchester City

Muhammad Rifqi

City dan Tottenham, Antara Ada dan Tiada

Khairul Ardhi

Babak Baru Chelsea Vs FIFA

Khairul Ardhi

Leave a Comment