iSports.id
Sepak Bola Sepak Bola Dunia

Jangan Salah Kaprah Soal Handball

iSports.id – Pada dasarnya sepak bola merupakan olahraga yang berfokus kepada permainan di bagian kaki. Penggunaan tangan pada sepak bola merupakan pelanggaran yang dapat berujung hukuman oleh wasit.

Peraturan dasar Hand Ball

Baru-baru ini publik sepak bola dibuat heboh dengan comeback Manchester United saat menjungkalkan Paris Saint Germain di 16 besar Liga Champions. Kemenangan United diuntungkan oleh penalti yang didapatkan di ujung laga. Wasit menunjuk titik putih setelah melihat review dari VAR (Video Asistant Referee). Dari hasil VAR, wasit Damir Skomina memutuskan Presnel Kimpembe melakukan handball di kotak pinalti.

Handball Pique di piala dunia 2018

Sebelum beranjak lebih lanjut membahas mengenai insiden Kimpembe, ada baiknya kita merujuk kepada peraturan asli handball pada sepak bola. Sederhananya aturan handball ini adalah para pemain tidak boleh menggunakan tangan kecuali kiper di kotak pinalti. Batas tangan ini sendiri dimulai dari ujung jari sampai ujung bahu. Namun pada praktiknya tidak sesimpel itu. Beberapa pertimbangan harus diambil lebih dulu oleh wasit sebelum memutuskan tangan yang menyentuh bola itu sebagai handball atau tidak.

Dahulunya peraturan tertua tentang handball sangat sederhana. Pemain akan dapat dikatakan handball apabila melakukannya dengan sengaja, sesederhana itu. Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger pun pernah menyikapi mengenai aturan handball. “Bagi saya untuk memberikan gol pada lawan hanya karena seseorang menendang bola ke tangan anda akan menjadi hal yang konyol. Aturan tertua dalam permainan ini masih yang terbaik”.

Handball Thiery Henry yang membawa Prancis mengalahkan Irlandia

Perkembangan permainan sepak bola modern ini ikut memacu perkembangan peraturan handball. Merunut kepada Laws Of The Game FIFA pada hukum ke-12 mengenai handball, sejatinya ada dua jenis handball. Pertama adalah disengaja dan kedua adalah tidak disengaja. Dalam hukum ke-12 diterangkan juga beberapa poin yang dapat dijadikan pertimbangan wasit mengenai handball, yaitu :

  • Gerakan tangan terhadap bola (bukan bola terhadap tangan)
  • Jarak antara lawan dan bola (bola yang tidak terduga)
  • Posisi tangan tidak langsung berarti bahwa ada sebuah pelanggaran yang terjadi
  • Menyentuh bola dengan objek lainnya yang dipegang tangan (baju, shinguard, dll)
  • Memukul bola dengan cara melempar objek

Atas dasar point poin inilah wasit akan menentukan apakah layak disebut handball atau tidak.

baca juga : malaikat firenze

Handball disengaja

Handball disengaja merupakan gerakan saat tangan mendatangi bola. Hukumannya beragam. Mulai tendangan bebas langsung hingga bahkan berbuah kartu dari wasit. Mendatangi dalam hal ini bukan berarti mendekati bola, tetapi juga saat memotong jalur gerakan bola, ataupun merentangkan tangan ketika tahu ada bola yang akan lewat.

Agar lebih mudah mari kita ambil contoh kasus Luis Suarez di perempat final Piala Dunia 2010 kala menghadapi Ghana. Dalam laga itu Il Pistolero menahan sundulan Dominic Adiyiah tepat di garis gawang menggunakan tangan pada waktu injury time. Aksi Suarez ini mendapat kartu merah dari wasit, dan berujung pinalti bagi Ghana, walau akhirnya pinalti gagal masuk dan Uruguay yang memenangkan laga.

Handball Luiz Suarez di Piala Dunia 2010

Aksi penyerang Barcelona ini sebenarnya sudah menjadi bahan kajian IFAB (badan pembuat peraturan sepak bola). Menurut Direktur Tekhnik IFAB, “kami sedang mendiskusikan insiden Luis Suarez dan beberapa lain yang mirip. Ketika menggunakan tangan untuk menahan bola dan mencegah gol. Kemungkinan peraturan ini nantinya akan tetap mengesahkan gol tersebut jika hal ini terulang kembali”.

Perkembangan kasus Handball

Perkembangan beberapa kasus handball belakangan ini seharusnya sudah bisa diredam melalui VAR. Teknologi ini pada awalnya dibuat agar menjadi media bagi wasit dalam membuat pertimbangan keputusan di lapangan secara cepat. VAR sendiri dalam penerapannya juga menuai pro dan kontra, beberapa kalangan menilai VAR menghilangkan esensi drama pada sepak bola. Di sisi lain yang setuju dengan kehadiran VAR menilai agar wasit mampu memberikan keputusan secara adil di lapangan.

Handball Perisic yang kontroversi di Final Piala Dunia 2018

Mari kita ambil terlebih dahulu dari kasus Angel Di maria kala masih membela Manchester United. Pada pertandingan Premiere League saat Setan Merah bertemu Liverpool, (22/03/15), terdapat momen di mana Di Maria menangkap bola dengan sengaja. Kejadian bermula saat Di maria berlari menyongsong umpan lambung. Namun setelah berlari ia tahu bola akan keluar lapangan. Di saat momen itulah ia menangkap bola, yang sejatinya belum keluar garis lapangan.

Di Maria handball karena mengira bola keluar lapangan

Martin Atkinson sebagai wasit yang bertugas hanya memberikan pelanggaran handball biasa ke Di Maria. Menurut Atkinson, Di Maria tidak dalam kondisi menggangu penguasaan bola lawan serta tidak terlibat dalam duel. Bola mutlak dalam penguasaan Di Maria. Beranjak dari kasus Di Maria, mari melihat kasus kontroversi handball Marcos Rojo di Piala Dunia 2018.

Kejadian ini berawal saat Argentina bertemu Nigeria di fase grup Piala Dunia 2018. Dari rekaman VAR terlihat bola mengenai tangan Rojo ketika menyambut tendangan sudut pemain Nigeria. Namun, wasit Cuneyt Cakir tidak melihat ini sebagai sebuah handball. Menurut Cakir, Rojo menyentuh bola dengan tidak sengaja, dengan gerakan tangan yang tidak aktif. Dari rekaman video, trerlihat kepala Rojo dulu yang menyundul bola yang lantas memantul ke tangannya.

Handball Marcos Rojo

Kembali lagi pada kasus handball Kimpembe. Sang defender dianggap melakukan handball di kotak pinalti usai memblok tendangan Diogo Dalot. Pada awalnya wasit Damir Skorna hanya memberikan tendangan sudut bagi Manchester United. Pihak Red Devil sendiri tidak begitu ngotot untuk meminta handball. Kontroversi dimulai ketika tim VAR Massmiliano Irutti menginformasikan bahwa adanya kemungkinan penalti.

Setelah kejadian ini, Skomina langsung berlari ke pinggir lapangan untuk melihat sendiri pandangan VAR terhadap kejadian di menit krusial itu. Beberapa menit kemudian Skomina membuat keputusan bahwa itu adalah handball dan memberikan pinalti bagi Red Devils. Keputusan ini ia buat sesuai dengan keputusan baru UEFA yang menerapkan handball ketika tangan tidak berada dalam posisi naturalnya.

Handball kimpembe

Keputusan baru UEFA ini dibuat ketika pada bulan lalu (Februari) kejadian pinalti Schalke 04 setelah pemain Manchester City, Nicola Otamendi, kedapatan handball di kotak pinalti. Keputusan Skomina memakai peraturan UEFA yang baru juga diamini oleh Ketua Wasit UEFA Roberto Rosetti. Menurutnya ada tiga hal penting dalam kejadian ini.

“Adanya gerakan tangan, jarak antarpemain, dan posisi lengan atau tangan yang tidak natural.” –Roberto Rosetti

Kejadian handball Otamendi yang membuat UEFA keputusan baru

Peran wasit yang sangat krusial dan Laws of The Game sebagai pedoman, menjadikan peraturan handball ini harus terus dikembangkan. Karena pada paktiknya, tidaklah mudah menjadi wasit. Merujuk kepada ucapan Neymar yang berujar keempat wasit yang tidak mengetahui soal sepak bola, sungguh sangat tidak adil. Dalam hal ini wasit menerapkan peraturan baru yang mungkin Neymar sendiri belum mengetahuinya.

baca juga : seniman diving

Sumber : berbagai sumber

Foto : berbagai sumber

Related posts

Anderlecht Kena Denda karena Vincent Kompany

Muhammad Rifqi

Inggris Cukur Bulgaria di Jeda Internasional

Muhammad Rifqi

Catalonia Memanas, El Classico Dipindah?

Muhammad Rifqi

Leave a Comment